Minggu, 04 Oktober 2020

LEMBAGA SOSIAL : Pengertian, Jenis, Fungsi, Syarat Lembaga Sosial

 

Handout

LEMBAGA SOSIAL

Pengertian, Jenis, Fungsi, Syarat Lembaga Sosial

   


LEMBAGA SOSIAL

A.                Pengertian Lembaga Sosial

Setiap hari kita saling berinterkasi dengan sesama manusia. Ada  yang bertemu di rumah,ada yang di sekolah ada yang di Mesjid serta organisasi-organisasi kemasyarakatan. Lembaga sosial adalah lembaga yang anggotanya terdiri dari masyarakat yang berkumpul menjadi satu kesatuan karena adanya kesamaan visi dan misi.

 

Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli

1. Koentjaraningrat

Menyatakan bahwa Lembaga sosial ialah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada kegiatan untuk memenuhi kompleksitas kebutuhan khusus dalam kehidupan manusia.

2. Peter L. Berger

Menyatakan bahwa lembaga sosial ialah suatu prosedur yang mengakibatkan perbuatan manusia ditekan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak melalui jalan yang dianggap sesuai dengan keinginan masyarakat.

3. Soerjono Soekanto

Menyatakan bahwa lembaga sosial ialah suatu himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.

 

B.                 Fungsi Lembaga Sosial

Lembaga sosial tentu saja memiliki beragam fungsi dan beberapa

diantaranya adalah;

  1. Memberi pedoman pada anggota masyarakat. bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap dalam menghadapi masalah yang berkembang atau muncul  di lingkungan masyarakat.
  2. Menjaga keutuhan masyarakat.
  3. Memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial.

Secara Umum, fungsi lembaga sosial dapat kita bedakan atas dua bentuk yaitu fungsi manifes dan fungsi laten.

1. Fungsi Manifes (nyata)

Fungsi Manifes adalah fungsi lembaga sosial yang disadari dan menjadi harapan banyak orang. Contohnya :

Lembaga Keluarga, berfungsi sebagai tempat sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

Lembaga Ekonomi, berfungsi mengatur sistem produksi, distribusi dan konsumsi barang yang dibutuhkan dalam anggota masyarkat

2. Fungsi laten

Fungsi laten adalah fungsi lembaga sosial yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama banyak orang. Dengan kata lain, fungsi laten adalah fungsi yang tidak tampak dipermukaan dan tidak diharapkan masyarakat, tetapi ada. Contoh :

Dalam Lembaga keluarga, perkawinan dijadikan sarana untuk menutup rasa malu dari anggapan yang mengatakan bahwa orang tidak menikah berarti tidak laku. Dalam Lembaga politik, pemilu dijadikan sarana mendapatkan kekuasaan semata karena dengan kekuasaan seseorang dapat menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya.

 

C.   Ci            Ciri-ciri lembaga sosial

Menurut Gillin dan Gillin, ada beberapa ciri-ciri utama dari lembaga sosial yang ada di masyarakat antara lain adalah:

1.          Pola pemikiran serta perilaku yang terwujud dari aktivitas masyarakat dengan hasil hasilnya.

2.          Meiliki sebuah tingkatan kekekalan yang khusus, dalam artian suatu nilai dan norma akan dapat menjadi lembaga setelah melalui proses percobaan yang ada dalam jangka waktu yang relative lama

3.          Memiliki satu hingga lebih tujuan tujuan tertentu

4.          Memiliki lambang sebagai simbol yang digunakan untuk tujuan serta fungsi dari lembaga tersebut

5.          Memiliki alat-alat kelengkapan yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan dari lembaga tersebut. Pada umumnya, alat-alat ini berbeda satu sama lainnya pada setiap masyarakat.

6.          Merumuskan tujuan serta tata tertib, lembaga mempunyai tradisi (aturan) tertulis dan tidak tertulis

Menurut John Conen ada beberapa ciri-ciri utama dari lembaga sosial yang ada di masyarakat antara lain adalah:

Antara lain:

Setiap lembaga sosial bertujuan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari masyarakat.

1.        Setiap lembaga sosial memiliki nilai mendasar yang berasal dari anggota.

2.        Dalam lembaga sosial ada pola perilaku permanen menjadi bagian dari tradisi budaya yang ada dan diakui anggota.

3.        Ada lembaga-lembaga sosial saling ketergantungan dalam masyarakat, lembaga-lembaga sosial mengubah hasilnya perubahan lain dalam lembaga-lembaga sosial.

4.        Meskipun lembaga-lembaga sosial yang saling bergantung, masing-masing terdiri dari lembaga-lembaga sosial dan organisasi menjadi sempurna sekitar pola sirkuit, norma, nilai-nilai, dan perilaku yang diharapkan.

5.        Ide-ide lembaga sosial yang berlaku umum oleh mayoritas anggota masyarakat, terlepas dari apakah atau tidak mereka juga berpartisipasi.

6.        Sebuah lembaga sosial memiliki bentuk sopan santun perilaku.

7.        Setiap lembaga sosial memiliki simbol budaya tertentu.

8.        Sebuah lembaga sosial memiliki sebagai ideologi atau orientasi kelompok dasar

 

D.      Syarat Lembaga Sosial

1.      Sebagian besar masyarakat menerima norma tersebut

2.      Norma tersebut menjiwai seluruh warga dalam sistem sosial

3.      Norma twrsebut mempunyai sanksi yang mengikat setiap anggota masyarakat

Didalam masyarakat dikenal ada empat tingkatan norma sebagai berikut:

1.      Cara/ Uusage

2.      Kebiasaan/Folksway

3.      Tata Kelakuan/Mores

4.      Adat Istiadat/ Customs

 

Sumber: https://dosenpintar.co.id/wp-content/uploads/2019/02/tingkangkat-norma-sosial.jpg

Cara (usage)

Proses interaksi yang terus menerus akan melahirkan pola tertentu yang disebut  dengan cara (usage). Cara merupakan suatu betuk perbuatan tertentu yang dilakukan individu dalam suatu masyarakat tetapi tidak secaa terus menerus. Sanksi yang diberikan hanya berupa celaan. Norma, ini memiliki kekuatan yang lemah dibandingkan norma lain. Misalnya ialah besendawa dengan keras di kelas, berpakaian seragam yang seksi ke sekolah dan yang lainya.

Sumber:https://dprd-kotimkab.go.id/2019/01/09/sekolah-diminta-pastikan-siswa-buang-sampah-pada-tempatnya/

 

Kebiasaan (folkways)

Kebiasaan ialah sebuah bentuk kperbuaan yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama. Hal ini juga menunjukkan orang tersebut menyukai perbuatan itu. Sanksi terhadap pelanggaran morna ini berpa teguran sindiran. Sebagai contoh; berpamitan kepada orang tua ketika keluar rumah, memberikan salam ketika bertemu orang yang dikenal. Dan yang lainnynya.

https://stepa.id/2018/01/04/kenapa-anak-sekarang-salamnya-bukan-cium-tangan-tapi-ditempelkan-ke-jidat/

 

Tata Kelakuan (mores)

mores ialah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar untuk melaksanakan pengawasan oleh kelompok terhadap anggota-anggotanya. Pelanggaran terhadapnorma ini akan mendapat sanksi. Sebagai contoh ; Jika seseorang peserta didik melanggar tata tertib maka akan dikenakan sanksi yang berlaku.

https://www.google.co.id/search?safe=strict&biw=1525&bih=705&tbm=isch

 

Adat istiadat (customs)

Tata kelakuan yang kekal dan kuat integrasinya dengan pola perilaku masyarakat dapat meningkat menjadi adat istiadat. Adat istiadat ialalh kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuar terhadap maysrakat yang mempunyainya.

 

Pelanggaran terhadap adat istiadat akan menerima sanksi yang keras dari anggota lainnya. Misalnya tradisi upacara adat tentang siklus hidup yang berhubungan pada suku tertentu di Indonesia, ketika anak baru lahir, menginjak tanah, mulai berjalan dan seterusnya sampai ia dewasa dan mati makan akan selalu diadakan upacara tertentu yang bersifat khusus.

Sumber:https://magazine.yoexplore.co.id/seni-dan-budaya/festival-di-bali/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar