Kamis, 25 Maret 2021

Penguatan Integritas Aksi Nyata Meneguhkan diri Menjadi Agen Perubahan

 

Penguatan Integritas

Aksi Nyata Meneguhkan diri Menjadi Agen Perubahan

Tuliskan jawaban anda yang menggambarkan solusi dari kasus berikut:

Kasus: Anda seorang guru muda berintegritas. Anda diangkat menjadi guru di sekolah di mana lingkungan masyarakat tidak begitu peduli pada pendidikan. Kerap terjadi tawuran, pergaulan bebas, bahkan bullying. Sementara para guru senior merasa tidak ada lagi upaya memperbaiki keadaan. Lagi pula hal itu di luar tugasnya sebagai guru bidang studi. Terlebih akan menyita waktu, energi dan perhatian. Ada juga guru seni- or yang peduli tapi mereka terkucil. Terdapat grup-grup di kalangan guru yang saling bertentangan. Sebagai guru berintegritas, anda menguatkan tekad untuk memperbaiki keadaan dengan perencanaan yang matang.

 

Pertanyaan:

1.       Buat pengondisian kelas sebagai penguatan integritas, sebagai berikut:

a.       Jika anda guru mapel susun rangkaian pembelajaran dalam satu kali pertemuan agar peserta didik terkondisi untuk mengamalkan perilaku berintegritas dalam pembelajaran yang anda lakukan sesuai landasan dan prinsip penguatan integritas.


Jawaban :


Rangkaian Pembelajaran Mata Pelajaran IPS

A.    Pendahuluan (10 menit)

Ø  Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran (religius)

Ø  Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan (mengecek kehadiran peserta didik) (Disiplin)

Ø  Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran (bertanggungjawab)

B.     Inti Kegiatan Pembelajaran 60 menit

No

Inti Kegiatan

Bahan dan Alat

Keterkaitan antara Kondisi yang diciptakan dengan menguatkan nilai-nilai

1

Guru Menyampaikan tujuan pembelajaran dan membuat kesepakatan dengan siswa agar pembelajaran berjalan efektif dan diakgiri dengan pemberian motivasi kepada siswa

 

guru berpeluang memancing dan membangkitkan kreativitas dan keberanian siswa menyampaikan pendapat

2

Guru memberikan motivasi dan panduan kepada siswa untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi Pengertian Ruang dan Interaksi Antarruang
Guru Mengajukan pertnyaan
(Hots):
- Sarapan dengan apa hari ini?
- Makanan tersebut dibuat dari bahan apa?
- Apakah bahan tersebut dihasilkan dari daerah kamu?

kertas kecil dengan gambar gambar interaksi antarruang. Gambar mengenai sumberdaya alam

Guru mendampingi pembiasaan untuk interaksi siswa antar teman agar memiliki kepedulian, kesungguhan dan nilai karakter lainnya.

3

Aktivitas (4c)
- Peserta didik mengamati gambar tentang bentuk-bentuk interaksi antarruang, misalnya orang sedang pergi berbelanja ke kota, kendaraan pengangkut sayuran, kapal pembawa bahan tambang dan lain-lain.
- Peserta didik mendiskusikan dalam kelompok untuk merumuskan pertanyaan berdasarkan hal-hal yang ingin diketahui dari hasil pengamatan, Contoh: Apa yang dimaksud dengan ruang? Mengapa terjadi perbedaan karakteristik antarruang? Mengapa terjadi interaksi antarruang? Seperti apa bentuk interaksi antarruang di Indonesia?
- Peserta didik diminta mengolah dan menganalisis data atau informasi yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber untuk menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan (menyempurnakan jawaban sementara yang telah dirumuskan dalam kelompok).
- Peserta didik juga diminta mendiskusikan di dalam kelompok untuk mengambil kesimpulan dari jawaban atas pertanyaan yang telah dirumuskan.

Gambar bentuk-bentuk interaksi antarruang, misalnya orang sedang pergi berbelanja ke kota, kendaraan pengangkut sayuran, kapal pembawa bahan tambang dan lain-lain.

Guru membiasakan anak bertanggungjawab, jujur (kalau tidak tahu mengaku sejujurnya) dan peduli (teman yang belum mampu menyusun

4

Mendiskusikan (4c)
- Peserta didik dininta membentuk kelompok diskusi yang terdiri dari 3-5 orang untuk mendiskusikan beberapa pertanyaan berikut ini
- Apa yang dimaksud dengan ruang?
- Mengapa terjadi perbedaan karakteristik antarruang?
- Mengapa terjadi interaksi antarruang?
- Seperti apa bentuk interaksi antarruang di Indonesia?

 

Guru mendampingi pembiasaan untuk interaksi siswa antar teman agar memiliki kepedulian, kesungguhan dan nilai karakter lainnya.

5

Dalam proses diskusi: - Peserta didik Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa.
- Peserta didik menganalisa masukan, tanggapan dan koreksi dari guru terkait pembelajaran.

 

Guru berpeluang menemukan potensi anak dalam proses diskusi, anak yang teliti, bersungguh-sungguh, dan mendampingi anak berkeliling ketika anak menyimpulkan hasil diskusinya

6

Di akhir pembelajaran, dilakukan evaluasidan kesimpulan tentang pengertian interaksi antarruang dan perbedaan jenis-jenias sumber daya alam yang menyepabkan potensi interaksi antarruang terjadi.

 

Lakukan evaluasi secara kreatif, dan individual. Misalnya daftar ceklist kompetensi.

 

C.    Penutup 10 menit

Ø  Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah (tanggungjawab dan kreatif)

Ø  Guru meminta salah seorang peserta didik memimpin doa dengan disiplin.

Penguatan Integritas

 Penguatan Integritas


Tuliskan jawaban anda yang menggambarkan solusi dari kasus berikut:

Kasus: Anda menjadi guru di satu sekolah. Peraturan sekolah menentukan bahwa siswa yang terlambat tidak bisa masuk kelas. Tujuannya untuk menegakkan disiplin siswa. Gerbang dikunci. Namun, tatkala guru datang terlambat, ia boleh masuk, dan disaksi- kan siswa. Hal itu ternyata lumrah terjadi. Anda sudah mencoba menyampaikan kepada kepala sekolah tapi tidak ada respon. Andapun sudah mencoba memperbaiki keadaan dengan mengajak teman guru untuk tidak melakukan itu, tapi malah anda dikucilkan dan dianggap mengganggu kenyamanan.

Pertanyaan:

1.      Bagaimana langkah anda menghadapi situasi tersebut sebagai orang yang berinte- gritas? Buat dalam bentuk naskah reflektif!

         Semestinya guru merasa malu jika terlambat datang kesekolah ketika jam belajar mengajar sudah dimulai tanpa alasan yang jelas, sebab guru merupakan orang yang akan digugu dan ditiru oleh siswanya, bagaimana mungkin siswa mau mencontoh dan meneladani gurunya jika gurunya sendiri tidak menunjukan prilaku yang baik.

         Secara ringkas integritas dimaknai sebagai prilaku yang konsisten dari apa yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan sebagai impelmentasi dalam kehidupan sehari-hari. Jika menemukan kasus seperti diatas, sebagai orang yang berintegritas saya akan tetap berpegang teguh pada pendirian saya, tetap berperilaku disiplin dan tidak melanggar aturan sekolah, karena itu semua merupakan prinsip inti dari prilaku integritas, saya akan tetap bersikap jujur, tanggungjawab, disiplin dan peduli karena saya berpegangan bahwa guru hendaknya bisa menjadikan dirinya sebagai model bagi para siswanya sehingga mereka bisa mengikuti perilaku terpuji yang ditunjukkan oleh guru-gurunya. Meskipun dikucilkan oleh rekan kerja saya akan tetap memberikan toauladan kepada para siswa dengan menerapkan prilaku integritas salah satunya adalah saya akan tetap datang ke sekolah sesuai jadwal dan diusahakan tidak terlambat. Jika dengan ajakan atau hibauan tidak dihiraukan, bukankah memberi contoh prilaku yang baik itu sudah cukup, dengan harapan jika kita konsisten dengan apa yang kita yakini, insya Alloh, rekan kerja pun akan melihat kesungguhan kita dan ikut menerapkan prilaku kehidupan berintegritas dan siswa yang melihat kita juga akan semakin segan terhadap kita. Penerapan pendidikan di indonesia lebih kepada Among Metode, dimana segala sesuatu tidak bisa dipaksakan. Dan penerapan hidup berintegritas juga dimulai dari kesadaran diri individu.

 

2.      Buat daftar tentang faktor penyebab guru tidak berintegritas serta solusinya yang

No

Faktor penyebab guru tidak berintegritas

solusi

1

Guru belum memilki sikap dan mental sebagai seorang pengajar, pendidik bagi siswanya

Kepala sekolah melakukan Evaluasi dan intropeksi kepada semua dewan guru, karyawan untuk mengembalikan niat sebagai pendidik melaksanakan tata tertib disekolah.

2

Kurangnya sikap disiplin pendidik disebabkan karena perbedaan kondisi antara aturan di sekolah dan kehidupan dirumah

Memberikan evaluasi terhadap prilaku disiplin dengan melibatkan siswa, agar pendidik juga sadar bahwa peran pendidik bukan hanya menyampaikan materi tanpi juga memberikan contoh kongkrit prilaku integritas supaya peserta didik juga menerapan prilaku integritas tersebut.

 

3.      Berdasarkan kasus di atas sebagai referensi buat mind map tentang landasan dan prinsip penguatan integritas dengan gambar yang anda buat sendiri.







Integritas_Potret Diri Guru Berintegritas


 

KB. 1 Penguatan Integritas.

Potret Diri Guru Berintegritas

 

DISKUSI

Diskusikan kasus-kasus berikut dan buat rumusan bagaimana semestinya menurut keyakinan anda:

1.      Banyak guru yang tidak meyakini bahwa dirinya adalah seorang yang dijadikan contoh atau teladan oleh siswanya, sehingga terkadang ia menunjukan perilaku tidak berintegritas dihadapan siswanya. Mengapa ini terjadi dan bagaimana meng- atasinya?

  Faktor utama yang menyebabkan lunturnya prilaku atau sikap integritas oleh para pendidik karena terlalu banyak tuntutan administrasi, sehingga berdampak pada kinerga guru dikelas. Kadangkala banyak guru yang harus lembur mengurus ini itu yang kemudian mengakibatkan guru tersebut kurang konsentrasi atau lelah sehigga kurang maksimal dalam pembelajaran dikelas.

  Cara mengatasi hal tersebut adalah diadakan suatu sosialisasi atau seminar mengenai pendidikan “Pengutaan Perilaku Berintegritas” hal ini dilakukan supaya para guru kembali lagi kepada kodrat kita sebagi pengerak dalam dunia pendidikan, dan selalu memberi teladan dalam menerapakan prilaku integritas sehingga menghasilkan lulusan yang berkarakter. Mengenai berbagai tuntutan administrasi mungkin ada baiknya jika sedikit dikurangi, atau paling tidak disederhanakan.

 

2.      Persoalan bangsa tidak menjadi bahan yang menarik untuk didiskusikan oleh guru. Guru tidak meyakini kemampuannya untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa karena merasa direpotkan oleh aktivitas teknis di kelas. Guru sudah nyaman dengan berbagai tunjangan yang diberikan pemerintah atau pengelola pendidikan sehingga persoalan anak tidak lagi menjadi penting. Bagaimana menurut anda!

              Mengenai pendapat tersebut saya tidak setuju, karena pada kenyataannya masa depan bangsa ada di dalam genggaman kita, bagaimana cara kita mendidik itu akan menjadi indikator kualitas para peserta didik, mungkin untuk berpolitik memang bukan ranah guru, tapi menyoroti prilaku yang tidak bermoral (korupsi) adalah komitmen guru sebagai seorang pendidik dan menyampaikan kepada siswa bahwa tidakan seperti itu merupakan tidakan yang tidak bermoral sehingga diharapkan para peserta didik tidak melakukan kejahatan yang sama. Dan  tugas gurulah menanamkan rasa cinta cinta tanah air, sehingga secara tidak langsung kita sudah menanamkan bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik, sehingga jika suatu saat salah satu dari siswa kita menjadi pemimpin bangsa akan menjadi pribadi yang bertanggungjawab dan tidak melakukan tidakan amoral yang dapat merugikan negara.

 

3.      Dari materi tentang landasan dan prinsip penguatan integritas, nampak bahwa pro- ses pendidikan karakter bukanlah hal yang rumit, justru sebaliknya sangat mudah, karena faktor penentunya adalah mengaktualisasikan pada diri sendiri. Anak berin- tegritas akan lahir dari guru berintegritas. Jika demikian, mengapa masih ada guru yang merasa keberatan untuk berintegritas?

 Sebenarnya bukan merasa berat tetapi karena faktor kondisi lingkungan yang menuntutnya berbuat demikian, sebagai contoh dalam suasana kehidupan disekolah, sudah tahu bahwa melanggar aturan itu merupakan suatu tindakan yang tidak mencerminkan prilaku berintegritas, tapi karena penuh toleransi menjadi suatu hal yang wajar.

 

4.      Dalam kehidupan kita sering kali dipaksa untuk mengingkari berbagai aturan, nor-ma atau nilai karena untuk kepentingan tertentu. Kondisi tersebut kadang memaksa sehingga kita mengikutinya. Demikian pula terkait integritas, orang tahu dan bisa mempraktekkan, namun ternyata tidak bisa menjalankan secara konsisten. Apa akibat hal tersebut terhadap diri pribadi dalam menjalani kehidupan yang bermakna?

        Hal yang akan terjadi kepada diri pribadi jika kita tidak menjalankan kehidupan yang berintegritas tentunya kita tidak akan bahagia, hidup penuh kecemasan dan hidup kita akan terasa sia-sia karena di isi oleh kepura-puraan.

 

5.      Ketika di sekolah semua orang mengabaikan integritas karena dianggap menyulit- kan diri sendiri dan tidak sosok teladan, bagaimana cara meyakinkan diri pribadi bahwa perilaku berintegritas adalah kebutuhan yang harus diwujudkan sebagai per- tanggungjawaban kepada Tuhan.

Kita harus meyakinkan pada diri kita sendiri bahwa menerapkan pola hidup berintegritas akan memberi manfaat kepada kita. Kehidupan yang tenang dan bahagia adalah wujud dari penerapan hidup berintergitas. Tidak usah menunggu orang lain mau menerapkan hidup berintegritas, yang penting kita sudah menyampakan dan memberi contoh menerapkan prilaku berintegritas dalam kehidupan sehari hari.