Kamis, 25 Maret 2021

Integritas_Potret Diri Guru Berintegritas


 

KB. 1 Penguatan Integritas.

Potret Diri Guru Berintegritas

 

DISKUSI

Diskusikan kasus-kasus berikut dan buat rumusan bagaimana semestinya menurut keyakinan anda:

1.      Banyak guru yang tidak meyakini bahwa dirinya adalah seorang yang dijadikan contoh atau teladan oleh siswanya, sehingga terkadang ia menunjukan perilaku tidak berintegritas dihadapan siswanya. Mengapa ini terjadi dan bagaimana meng- atasinya?

  Faktor utama yang menyebabkan lunturnya prilaku atau sikap integritas oleh para pendidik karena terlalu banyak tuntutan administrasi, sehingga berdampak pada kinerga guru dikelas. Kadangkala banyak guru yang harus lembur mengurus ini itu yang kemudian mengakibatkan guru tersebut kurang konsentrasi atau lelah sehigga kurang maksimal dalam pembelajaran dikelas.

  Cara mengatasi hal tersebut adalah diadakan suatu sosialisasi atau seminar mengenai pendidikan “Pengutaan Perilaku Berintegritas” hal ini dilakukan supaya para guru kembali lagi kepada kodrat kita sebagi pengerak dalam dunia pendidikan, dan selalu memberi teladan dalam menerapakan prilaku integritas sehingga menghasilkan lulusan yang berkarakter. Mengenai berbagai tuntutan administrasi mungkin ada baiknya jika sedikit dikurangi, atau paling tidak disederhanakan.

 

2.      Persoalan bangsa tidak menjadi bahan yang menarik untuk didiskusikan oleh guru. Guru tidak meyakini kemampuannya untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa karena merasa direpotkan oleh aktivitas teknis di kelas. Guru sudah nyaman dengan berbagai tunjangan yang diberikan pemerintah atau pengelola pendidikan sehingga persoalan anak tidak lagi menjadi penting. Bagaimana menurut anda!

              Mengenai pendapat tersebut saya tidak setuju, karena pada kenyataannya masa depan bangsa ada di dalam genggaman kita, bagaimana cara kita mendidik itu akan menjadi indikator kualitas para peserta didik, mungkin untuk berpolitik memang bukan ranah guru, tapi menyoroti prilaku yang tidak bermoral (korupsi) adalah komitmen guru sebagai seorang pendidik dan menyampaikan kepada siswa bahwa tidakan seperti itu merupakan tidakan yang tidak bermoral sehingga diharapkan para peserta didik tidak melakukan kejahatan yang sama. Dan  tugas gurulah menanamkan rasa cinta cinta tanah air, sehingga secara tidak langsung kita sudah menanamkan bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik, sehingga jika suatu saat salah satu dari siswa kita menjadi pemimpin bangsa akan menjadi pribadi yang bertanggungjawab dan tidak melakukan tidakan amoral yang dapat merugikan negara.

 

3.      Dari materi tentang landasan dan prinsip penguatan integritas, nampak bahwa pro- ses pendidikan karakter bukanlah hal yang rumit, justru sebaliknya sangat mudah, karena faktor penentunya adalah mengaktualisasikan pada diri sendiri. Anak berin- tegritas akan lahir dari guru berintegritas. Jika demikian, mengapa masih ada guru yang merasa keberatan untuk berintegritas?

 Sebenarnya bukan merasa berat tetapi karena faktor kondisi lingkungan yang menuntutnya berbuat demikian, sebagai contoh dalam suasana kehidupan disekolah, sudah tahu bahwa melanggar aturan itu merupakan suatu tindakan yang tidak mencerminkan prilaku berintegritas, tapi karena penuh toleransi menjadi suatu hal yang wajar.

 

4.      Dalam kehidupan kita sering kali dipaksa untuk mengingkari berbagai aturan, nor-ma atau nilai karena untuk kepentingan tertentu. Kondisi tersebut kadang memaksa sehingga kita mengikutinya. Demikian pula terkait integritas, orang tahu dan bisa mempraktekkan, namun ternyata tidak bisa menjalankan secara konsisten. Apa akibat hal tersebut terhadap diri pribadi dalam menjalani kehidupan yang bermakna?

        Hal yang akan terjadi kepada diri pribadi jika kita tidak menjalankan kehidupan yang berintegritas tentunya kita tidak akan bahagia, hidup penuh kecemasan dan hidup kita akan terasa sia-sia karena di isi oleh kepura-puraan.

 

5.      Ketika di sekolah semua orang mengabaikan integritas karena dianggap menyulit- kan diri sendiri dan tidak sosok teladan, bagaimana cara meyakinkan diri pribadi bahwa perilaku berintegritas adalah kebutuhan yang harus diwujudkan sebagai per- tanggungjawaban kepada Tuhan.

Kita harus meyakinkan pada diri kita sendiri bahwa menerapkan pola hidup berintegritas akan memberi manfaat kepada kita. Kehidupan yang tenang dan bahagia adalah wujud dari penerapan hidup berintergitas. Tidak usah menunggu orang lain mau menerapkan hidup berintegritas, yang penting kita sudah menyampakan dan memberi contoh menerapkan prilaku berintegritas dalam kehidupan sehari hari. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar